logo
Selamat datang
image

Rumah Makan Vegetarian Karuna

024 3553182


Jalan Depok No.47 Semarang
Jawa-Tengah, Indonesia
email : karunavege@yahoo.com
vegetarian
Artikel Terbaru
Dokumen

 

mau punya web seperti ini?

Cek Nama Domain ?

 



 

SLINK

SEJARAH VEGETARISME

Dari permulaan sejarah kita temukan bahwa makanan vegetaris dipandang sebagai makanan wajar bagi manusia. Bangsa Yunani kuno, bangsa Mesir dan bangsa Yahudi menyatakan bahwa manusia sebagai makluk pemakan buah-buahan. Para pendeta bangsa Mesir kuno tidak pernah memakan daging. Banyak para suci bangsa Yunani termasuk Plato, Sokrates, dan Phythagoras merupakan penganjur kuat makanan vegetaris. Peradaban bangsa Inca dilandasi makanan vegetaris. Di India, Buddha mendorong agar para muridnya tidak memakan daging. Para pendeta agama Tao vegetaris, dan penganut Kristen dan Yahudi di zaman dulu juga vegetaris. Alkitab dengan jelas menyatakan: “Tuhan bersabda, “Lihatlah Aku telah berikan kepadamu tumbuh-tumbuhan berbiji, memenuhi permukaan bumi, dan pohon-pohon yang berbuah, itulah semua bagimu sebagai daging ( Genesis 1 : 29 ) . Dan selanjutnya Alkitab melarang untuk memakan daging: ‘Tetapi daging, dan darah makluk hidup tidak boleh kamu makan ( Genesis 9 : 4 )”. Rasul Paulus, murid Yesus yang utama, menulis surat kepada bangsa Romawi. “Adalah baik sekali untuk tidak makan daging….( Romawi 14 : 21 )”. Baru-baru ini para peneliti sejarah menemukan teks kuno yang sama dengan kitab Perjanjian baru yang mengungkapkan tentang kehidupan dan ajaran-ajaran Yesus. Dalam salah satu naskah ini Yesus mengatakan: dan daging binatang yang disembelih di dalam tubuh pemakannya akan menjadi kuburan pemakan itu sendiri. Sesungguhnya aku katakan kepadamu, orang yang membunuh, akan dibunuh, dan siapapun yang memakan daging binatang yang disembelih dia itu memakan badan kematian. ( The Essence Gospel of Peace ).

 

Para penganut agama Hindhu di zaman dahulu selalu melarang memakan daging. Manu, menyusun Hukum Hindhu pertama menulis, “Daging, tidak bisa didapatkan tanpa menyakiti makluk hidup lain, dan apabila seseorang menyakiti makluk yang memiliki kesadaran maka orang itu tidak bisa mendapatkan kebahagian surgawi. Karena itu biarlah semua tidak makan daging”. Kitab suci agama Islam, Al Quran, melarang untuk memakan “daging binatang yang mati, darah, dan daging….”Murid paling terkemuka Muhammmad, kemenakannya sendiri, menasihati kepada murid-muridnya yang lebih tinggi,”Jangan jadikan perut kalian itu kuburan binatang.”

 

Demikian kita mengetagui melalui sejarah, banyak orang bijaksana dan berpengetahuan memakan vegetaris dan menganjurkan agar orang lain melakukan yang sama.

 

 

Tetapi bukankah sejak nenek moyang kita selalu makan daging ?

 

Tidak! Setelah diteliti secara seksama para ilmuwan berkesimpulan bahwa nenek moyang manusia pada zaman purba itu merupakan kelompok pemakan tumbuh-tumbuhan. Mereka hanya memakan daging pada zaman es akhir, ketika makanan yang bisa mereka makan seperti buah-buahan, kacang-kacangan dan tumbuh-tumbuhan sukar didapatkan, manusia purba itu terpaksa memakan daging binatang untuk mempertahankan kehidupan mereka. Sayang sekali kebiasaan memakan daging itu berlanjut setelah  zaman es berlalu, mungkin karena memang dibutuhkan ( seperti pada bangsa Eskimo dan suku-suku bangsa yang hidup jauh di utara), atau karena kebiasaan, conditioning  atau karena kekurangan pengetahuan tentang makanan. Akan tetapi, disepanjang sejarah, telah banyak sekali terdapat individu dan grup-grup yang menyadari kepentingan diet yang murni untuk kesehatan, untuk kejernihan mental, atau untuk  peningkatan kesadaran spiritual dan karena itu mereka tetap vegetaris.

Copyright 2017 KARUNA VEGETARIAN.COM All Rights Reserved