logo
Selamat datang
image

Rumah Makan Vegetarian Karuna

024 3553182


Jalan Depok No.47 Semarang
Jawa-Tengah, Indonesia
email : karunavege@yahoo.com
vegetarian
Artikel Terbaru
Dokumen

 

mau punya web seperti ini?

Cek Nama Domain ?

 



 

SLINK

RANGKUMAN PENDAPAT PARA TOKOH

  1. Buddha Gautama.

 

Para Buddha yang ada di atas dan segala sesuatu yang bias bergerak yang ada di bawah, semuanya memiliki sifat dasar (hakikat) Buddha. Dengan demikian sebagai mahluk yang berakal budi manusia harus bertimbang rasa kepada semua mahluk, tidak boleh mengorbankan mereka demi kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Buddha membenarkan orang yang menjadi vegetarian atas dasar motivasi yang murni, yang timbul dari perenungan yang dalam atas penderitaan berat yang dialami binatang-binatang yang menjadi korban kekejaman manusia.

 

  1. Lankavatara Sutra.

“Makan daging membiasakan manusia membunuh makhluk hidup dan akibatnya keserakahan, kebencian, dan kebodohan berkembang di dalam pikirannya. Kalian tidak dapat melenyapkan keserakahan bila terus makan daging.”

 

      3.  Surangama Sutra

 “Kalian semua harus mengetahui walaupun pemakan daging sewaktu-waktu memperoleh pengalaman bahwa pikiran mereka terbuka, seperti dapat memasuki meditasi dengan pikiran tenang, tetapi sesungguhnya mereka telah melakukan kejahatan besar dan setelah meninggal mereka terbelenggu roda samsara; orang-orang demikian bukanlah pengikutKu.”

 

4. Alkitab Terbitan Baru, Kejadian 1:26-30.

Demikianlah Allah menciptakan manusia dan menjadikan mereka seperti diriNya sendiri. DiciptakanNya mereka laki-laki dan perempuan, kemudian diberkati-Nya mereka dengan ucapan : “Beranak cuculah, bertambahlah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah. Kamu kutugaskan mengurus ikan-ikan, burung-burung, dan semua binatang lain yang liar. Untuk makananmu Kuberikan kepadamu segala jenis tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian dan buah-buahan.”

 

  5.Alkitab, Kejadian 1:29.

Berfirmanlah Allah, “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji sebagai makananmu.”

 

6. Kutipan dari Injil Yohanes versi Essenes.

(Terjemahan langsung dari bahasa Arama. Naskah kuno yang lengkap ini disimpan di perpustakaan Vatikan).

     “Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barang siapa yang makan daging binatang yang disembelih berarti ia makan dari tubuh maut. Dan kematian mereka akan menjadi kematiannya, karena upah dosa adalah maut.”

     “Jangan membunuh maupun makan daging dari mangsamu yang tidak berdosa agar kau tidak menjadi hamba iblis.”

     “…sebagaimana tumbuh-tumbuhan yang hijau telah kuberikan kepada mereka, demikian pula aku berikan susu mereka kepadamu, tetapi daging dan darah itu menghidupkan, itu jangan kau makan.”

     “Karena segala yang membunuh makananmu akan membunuh tubuhmu juga. Dan segala yang membunuh tubuhmu, membunuh jiwamu juga, Dan jiwamu akan menjadi sama seperti makananmu, menjadi sama seperti rohmu, dan menjadi sama seperti pikiranmu.”

 

7.Alkitab, Roma 14:21.

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma, “Adalah baik sekali untuk tidak makan daging.”

 

8. Kitab Suci Al Qur-an, Al Maidah ayat 3.

     “Kamu dilarang (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (binatang) yang disembelih bukan atas nama Tuhan, ….”

     Murid paling terkemuka Nabi Muhammad, kemenakannya sendiri, menasehati murid-muridnya yang lebih tinggi, “Jangan jadikan perut kalian itu kuburan binatang.”

 

9. Juz’Amma, Abasa, Surat ke-80.

     Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenangan dan untuk binatang-binatang ternakmu.

 

10. Konfucius (Nabi Agung Pendiri Agama Konghucu).

     - “Berhati-hatilah dalam tiga hal : berpuasa (pantang makan daging),  peperangan, dan ketika sakit. Ketiga hal ini menyangkut kelangsungan hidup diri sendiri dan makhluk lain.”

     - “Seorang susilawan pada saat makan tidak melanggar cinta kasih.”

     - “Dengan makan nasi kasar, sayuran, minum air putih, dan tidur dengan tangan dilipat sebagai bantal, seorang susilawan dapat merasakan suka cita.”

 

11. Mencius (Rasul Besar Penegak Ajaran Konfucius).

     “Seorang susilawan tidak tega melihat matinya binatang peliharaannya.”

     “Seorang susilawan jika mendengar jeritan menyayat hati dari binatang yang sedang disembelih tidak tega untuk memakan dagingnya.”

 

12. Srila Vyasadeva.

       Mamsa (=daging) berarti bahwa dia yang dagingnya sekarang saya makan akan ganti memakan saya pada kehidupan mendatang; dia yang dagingnya saya telan dalam kehidupan sekarang ini akan ganti menelan saya pada masa yang akan datang.

 

13. Master Yen Ing ( Zen ).

      Selama ratusan ribu tahun

      Rebusan daging di dalam periuk

      Telah meluapkan kebencian dan rasa dendam

      Seperti lautan yang tidak pernak berakhir.

      Jika engkau ingin mengetahui kenapa terjadi

      Bencana peperangan dan pertempuran di dunia

      Dengarlah jeritan-jeritan yang menyayat hati

      Ditempat pembantaian pada tengah malam.

 

 

 

14. Kao San (Pimpinan Institute Missioanaries Maitreya Sedunia).

      Selain Buddha dan Bodhisattva memiliki hati nurani (hakikat Kebudhaan-Red), makhluk yang hidup di udara, di darat, dan di air juga memiliki hati nurani.

Saya ingin bertanya kepada saudara, apakah seekor babi juga memiliki hati nurani? Ya! Lalu, mengapa ia hidup di alam binatang? Karena ia buta terhadap hati nuraninya. Ia menyakiti dan makan daging makhluk lain, dan sebagai konsekuensinya ia harus dilahirkan kembali (sebagai binatang), disakiti (dan dibunuh), dan dimakan dagingnya oleh makhluk lain.

      Ada aksi, ada reaksi. Kita harus bertanggungjawab atas setiap perbuatan yang tidak sejalan dengan hati nurani. Inilah hokum keadilan yang berlaku di alam semesta.

 

15. Mahatma Gandhi, 1869-1948 (Nasionalis dan Reformis Sosial India).

      “Kebesaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara bagaimana mereka memperlakukan hewan-hewan.”

      “Saya berpegang pada prinsip bahwa makanan dari daging tidak cocok untuk manusia. Kita bersalah dengan meniru binatang yang lebih rendah (derajatnya daripada kita), padahal kita sebenarnya lebih tinggi daripada mereka. Pengalaman mengajarkan bahwa makanan dari daging tidak cocok untuk mereka yang ingin mengalahkan hawa nafsu.”

 

16. Ashoka, 268-233 SM (Kaisar Buddhis Termasyhur).

      “….Kemajuan terbesar manusia dalam segi moralitas diperoleh dengan desakan untuk tidak melukai dan tidak membunuh makhluk hidup.”

 

17. Ovid, 43 SM-17 SM (Penyair Romawi).

      Janganlah manusia fana

      Merusak badanmu dengan makanan yang kotor.

      Ada jagung untukmu,

      Apel yang beratnya menyebabkan cabang-cabang pohonnya melengkung,

      Ada anggur yang masak di pohon hijau,

      Ada rumput-rumput yang enak,

      Ada daun-daun hujau,

      Yang menjadi manis dan lembut bila dimasak,

      Ada susu dan madu.

      Bumi adalah pemurah

      Dengan kekayaan dan bahan makanannya.

       Baik hati sekali ia mempersembahkan hidangan untukmu.

      Makanan yang tidak perlu,

      Pertumpahan darah dan penyembelihan …

      Oh sapi jantan, alangkah besar jasamu!

      Makhluk tanpa dosa, tidak berbahaya,

      Sederhana, rajin bekerja!

       Karena tidak puas menikmati hasil bumi,

      Manusia menyembelih pekerja ladangnya sendiri,

      Dan memukulkan kapak ke leher yang lecet karena kerja berat,

      Yang begitu sering memperbaharui muka bumi yang keras

      Dengan memberikan begitu banyak panen untuknya.

      Alangkah jahatnya memasukkan daging ke dalam daging kita sendiri,

      Menggemukkan badan kita yang rakus

      Dengan menjejalkan badan-badan yang lain

      Melalui kematian makhluk hidup yang lain.

 

18. Wilcox, Ella Wheeler (1853-1919, Penyair dan Novelis Amerika).

      Aku adalah suara dari yang tak bersuara.

      Melalui aku si bisu bicara

      Hingga telinga dunia yang tuli dibuat mendengar ketidakadilan terhadap  

      Lemah yang tidak dapat berkata.

      Tenaga yang sama membentuk burung pipit

      Yang membuat manusia, Sang Raja.

      Tuhan adalah Semesta yang memberikan Roh hidup

      Kepada yang berbulu dan yang bersayap;

      Dan aku adalah penjaga saudaraku

      Dan aku akan melawan penyerangnya,

       Dan berucap kata bagi binatang dan burung,

      Sampai dunia memperlakukan segala sesuatu secara benar.

 

19. Lagu Kedamaian.

      Kita adalah kuburan hidup

      Dari binatang-binatang yang terbunuh,

      Yang disembelih untuk memuaskan nafsu makan kita.

      Kita tidak pernah berhenti membunuh

      Maupun merenungkan perbuatan kita yang keji ini.

      Binatang, seperti halnya manusia, memiliki hak-hak.

      Kita berdoa setiap hari Minggu untuk mendapat penerangan,

      Untuk mengarahkan langkah kaki kita ke jalan yang kita lalui.

      Kita benci perang,

      Kita tidak ingin bertempur,

      Ingatan akan perang ini

      Sekarang memenuhi hati kita

      Dengan perasaan ngeri

      Namun, kita dengan lahap

      Menyantap binatang mati

       Seperti burung gagak pemakan bangkai.

      Kita hidup dengan makan daging,

      Tanpa merenungkan penderitaan dan rasa sakit

      Yang kita timbulkan dengan hidup seperti ini.

      Jika kita memperlakukan secara demikian

      Binatang-binatang yang tidak berdaya

      Untuk kesenangan atau untuk keuntungan,

      Bagaimana kita bisa berharap dunia ini menegakkan kedamaian

      Yang kita katakan sangat kita rindukan ?

      Kita berdoa kepada Tuhan untuk perdamaian

      Dengan menjadikan diri kita

       Kuburan dari binatang-binatang

      Yang disembelih secara besar-besaran,

      Sementara kita melanggar hukum kebenaran Tuhan.

      Dengan demikian kekejaman melahirkan anaknya: PERANG.

 

20. Plutrac, 46 – 120 SM (Pengarang dan Sejarawan).

      Saya heran sekali, dengan perasaan, jiwa atau alasan apakah manusia pertama membunuh dengan mulutnya dan memasukkan di antara kedua bibirnya daging binatang yang telah mati, dan setelah memberikan penjelasan di hadapan orang banyak tentang bangkai dan hantu yang menakutkan, lalu bisa memberi nama-nama untuk bagian-bagian dari bangkai itu, seperti : daging dan makanan yang enak, yang beberapa saat sebelumnya menguak, menjerit, diseret dan dipotong; bagaimana manusia tersebut bisa sampai tahan melihat darah mengalir dari badan-badan yang disembelih, dikupas-kupas dan digiling; bagaimana hidungnya sampai tahan bau darah yang memualkan; dan bagaimana kotoran itu sendiri tidak menjijikkan perasaannya karena ia mengunyah daging makhluk lain dan karena ia juga meneguk darah yang memancar dari luka-luka yang mematikan.

      Namun, dari mana gerangan datangnya semua (yang negatif) itu, sehingga dalam masa-masa yang menyenangkan itu tabiat yang nyata-nyata rakus dan gila mendorong Anda untuk mengotori diri Anda sendiri dengan darah, padahal Anda mempunyai banyak bahan pangan lain yang berlimpah untuk hidup ? Mengapa Anda berdusta mengatakan bahwa bumi tidak mampu menghidupi Anda? Apakah Anda tidak merasa jijik mencampur buah-buahan yang lezat dengan darah dan daging sembelihan? Anda sering menyebut ular, macan,dan singa sebagai makhluk yang ganas, tetapi Anda sendiri kotor dengan darah, dan dalam hal kekejaman Anda tidak kalah daripada binatang-binatang itu. Yang dibunuh binatang adalah makanannya sehari-hari, tetapi yang Anda bunuh bukanlah makanan Anda sehari-hari.

      Tetapi apabila Anda bersikeras bahwa diri Anda lahir dengan kecenderungan untuk makan daging seperti itu – sebagaimana sekarang Anda bermaksud melakukannya – maka bunuhlah apa yang Anda hendak makan. Namun, lakukanlah itu sendiri tanpa memakai pisau pemotong, palu atau kampak, seperti yang dilakukan oleh serigala, beruang, dan singa yang membunuh dan langsung memakannya. Cabik-cabiklah seekor sapi, sergaplah seekor babi dengan mulut Anda, koyaklah seekor anak kambing atau kelinci sampai hancur dan tindihlah dengan badan Anda dan makanlah binatang itu hidup-hidup sebagaimana yang dilakukan oleh binatang-binatang buas itu. Tetapi apabila Anda diam saja sampai saat binatang yang hendak Anda makan itu mati, dan apabila Anda takut mencabut nyawanya secara paksa dari badannya, lalu mengapa Anda melawan alam dengan makan makhluk bernyawa itu?

 

21. Makna Aksara JUO (Daging).

      Ketika para Nabi menciptakan aksara Mandarin, mereka membentuk aksara tersebut secara khusus dengan cara mengkristalkan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Mari kita perhatikan bentuk aksara tersebut. Di dalam sebuah mulut yang besar, orang yang makan daging berada di atas, sedangkan makhluk yang dimakan berada di bawahnya.

      Sehubungan dengan makna huruf JUO di atas, Penulis buku “Mengapa Saya Seorang Vegetarian” mengemukakan pendapat bahwa di antara orang yang makan daging dan binatang yang dimakan telah terjalin ikatan dendam yang terus berputar tanpa henti.

      Penulis yang sama juga mengatakan :

      Roh hewan dan roh manusia sesungguhnya sama.

Maka ada hukum kebenaran yang mengatur hubungan antara yang memakan dan yang dimakan, yaitu:

Apabila pada kehidupan sekarang Anda memakan daging hewan, maka pada kehidupan yang akan datang Anda akan dilahirkan kembali sebagai hewan untuk dimakan, dan hewan yang Anda makan akan dilahirkan kembali sebagai manusia dan memakan Anda; inilah proses tumimbal lahir yang demikian adil.

 

22. The Humanities of Diet.

      Cara membunuh binatang untuk makanan dewasa ini amat keji dan biadab, dan merupakan pelanggaran yang berat terhadap apa yang saya istilahkan dengan “sifat makanan yang manusiawi”.

      Sebaliknya, makanan vegetarian merupakan makanan masa depan, makanan yang cocok sekali dengan susunan fisik dan tabiat alami manusia, makanan yang dapat memuaskan sepenuhnya aspirasi manusia yang paling tinggi.

 

23. Dr. Owen S. Parret (Penulis The National Health Journal).

      Setelah mempelajari secara ilmiah dan menyelidiki sebab-sebab dalam hubungannya dengan tubuh manusia selama bertahun-tahun, saya yakin sepenuhnya, andaikan selama hidup ini saya terus makan daging, saya akan menjadi terlalu tua saat ini untuk meneruskan pekerjaan saya sebagai dokter. Sesungguhnya, setelah meneliti bermacam-macam penyakit hewan di berbagai laboratorium, dan setelah meneliti diet daging pada pasien-pasien saya selama bertahun-tahun ini, sungguh sulit bagi saya untuk menikmati daging lagi.

 

24. Dr. Willian Robert.

      Bersamaan dengan meluasnya kebiasaan makan daging, penyakit kanker juga berkembang pesat.

 

25. Dr. Jean Mayer (Pakar gizi pada Universitas Harvad).

      Diet vegetarian cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Lebih dari itu dapat membantu perempuan menjadi lebih segar, lebih langsing, dan lebih ramping. Makanan vegetarian menjadikan seseorang hidup dengan bergairah, sehat, kuat, tenang, berwajah jernih dan awet muda.

 

26. Dr. Betty Lee Moralis (President of Cancer Control Society, Amerika).

      Penyembuhan kanker dapat dilakukan dengan menyantap makanan alami:nasi(dari beras merah), biji-bijian, dan buah-buahan yang semuanya ditanam di daerah yang jauh dari pencemaran industri, tidak menggunakan pupuk buatan maupun pestisida

 

27. Leonardo da Vinci (1452-1519, pelukis, arsitek, penyair, dan ilmuwan Itali).

      “Sesungguhnya manusia adalah raja para hewan, karena kebrutalannya melampui kebrutalan mereka. Kita hidup di atas kematian mereka, kita ini kuburan mereka!”

 

28. Emerson, Ralp Waldo (1803-1883, Pengarang, filsuf, dan penyair).

      Anda baru selesai makan (daging), tetapi bagaimanapun rapinya rumah pembantaian itu disembunyikan di suatu tempat yang jauh sekali, Anda tetap ikut terlibat di sana.

 

29. Isaac Bashevis Singer (Pemenang Hadiah Nobel).

      Kita semua makhluk Tuhan. Kalau kita berdoa kepada Tuhan untuk memohon karunia dan keadilan sambil terus makan daging binatang yang dipotong untuk kita, itu merupakan kejanggalan.

 

30. Annie Lennox

      Terbayang olehku binatang-binatang yang sedang disembelih dalam jumlah yang mengerikan – berjuta-juta. Kita jijik terhadap pembunuhan, tetapi entah mengapa masyarakat umum belum menyadari bahwa binatang-binatang itu sesungguhnya sedang menderita dalam keadaan yang paling mengerikan di tangan kita. Hak apakah yang kita miliki untuk menyiksa mereka seperti itu? Kini saya merasa bahwa seseorang tidak bisa sepenuhnya berkasih sayang bila ia tidak menjadi vegetarian, sebab dengan menjadi vegetarian ia tidak lagi terlibat dalam pembunuhan.

 

31. Dr. Gunawan.

      Daya imunisasi tubuh terhadap berbagai penyakit dapat diperbaiki dengan tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran mentah.

 

32. Prof. Dr. Ley Ciu Nan (Perintis Total Health).

      Manusia tercipta secara alamiah untuk memakan hasil alam, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Jika anak kecil melihat buah anggur dan apel yang masak di pohon, ia akan menelan air liur dan secara alami ia akan memetik dan memakannya. Sedangkan kalau ia melihat ayam atau bebek yang berkeliaran di jalan, ia tidak akan menelan air liur maupun langsung menangkap dan memakan

 

Copyright 2017 KARUNA VEGETARIAN.COM All Rights Reserved